Memasuki tahun 2026, pemerintah Indonesia menunjukkan optimisme tinggi terhadap sektor kepabeanan. Berdasarkan pembahasan RAPBN 2026, target penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami peningkatan signifikan, yaitu dalam kisaran 1,18% hingga 1,30% . Angka ini naik dari target sebelumnya dalam KEM-PPKF 2026 yang berada di kisaran 1,18% hingga 1,21%.
Faktor Pendorong Kenaikan Target
Ketua Panja Penerimaan Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa kenaikan target ini didorong oleh beberapa faktor utama :
- Ekstensifikasi Objek Cukai Baru: Rencana penambahan objek cukai baru berupa Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) diyakini akan menambah pundi-pendi penerimaan negara.
- Perluasan Basis Penerimaan Bea Keluar: Pemerintah akan memperluas pengenaan bea keluar, antara lain terhadap produk emas dan batubara, dengan pengaturan teknis yang mengacu pada peraturan Kementerian ESDM.
Optimalisasi Fasilitas untuk Dorong Ekspor
Selain mengejar target penerimaan, pemerintah juga berfokus pada upaya mendorong ekspor dan investasi melalui optimalisasi fasilitas kepabeanan. Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, ditegaskan bahwa fasilitas kepabeanan akan diberikan untuk membantu pengusaha, terutama yang berorientasi ekspor, meningkatkan kinerja usahanya .
Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
- Kawasan Berikat: Tempat penyimpanan barang impor yang akan diolah atau digabungkan untuk ekspor, dengan berbagai insentif fiskal .
- Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE): Fasilitas pengembalian bea masuk yang telah dibayar atas impor bahan baku untuk produksi barang ekspor.
- Pusat Logistik Berikat: Fasilitas untuk mendukung distribusi dan logistik.
Dampak bagi Pelaku Usaha
Bagi pelaku usaha, khususnya di sektor ekspor-impor, kebijakan ini membawa angin segar. Dengan adanya insentif dan fasilitas, biaya produksi dapat ditekan sehingga daya saing produk di pasar internasional meningkat. Namun, pemanfaatan fasilitas ini harus diimbangi dengan pemahaman yang baik tentang prosedur dan kewajiban yang menyertainya.
Peran Klinik Ekspor dan Kolaborasi
Pemerintah juga berencana meningkatkan ekspor produk UMKM melalui optimalisasi klinik ekspor, kolaborasi dengan berbagai entitas, serta penguatan kerja sama kepabeanan internasional . Inisiatif ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk go global dengan pendampingan yang memadai.
Dengan berbagai perkembangan ini, tahun 2026 menjanjikan dinamika menarik di sektor kepabeanan. ILDES Training siap mendampingi Anda memahami perubahan kebijakan dan memanfaatkan peluang yang ada melalui program pelatihan yang aplikatif dan terkini.



